18-JAN-18
DPRD Surabaya Terus Undang Eks Plt Dirut PD Pasar Surya
DPRD Surabaya Terus Undang Eks Plt Dirut PD Pasar Surya
Mazlan Mansur, S.E. - Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Komisi B DPRD Surabaya tetap akan mengundang eks Plt Dirut PD Pasar Surya Bambang Parikesit. Hal ini terkait tunggakan kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) senilai Rp 13 miliar lebih.

Ketua Komisi B DPRD Surabaya Mazlan Mansur mengatakan Bambang Parikesit wajib hadir dalam hearing. Sebab, dia dianggap sebagai pihak yang paling tahu dan bisa menjelaskan proses kredit yang semula diperuntukkan bagi koperasi karyawan PD Pasar Surya itu.

Saat diundang minggu lalu, Bambang mangkir tanpa ada keterangan. Untuk itu, komisi bidang perkonomian ini mengagendakan hearing minggu depan dan mengundang kembali Bambang Parikesit.

Kalaupun minggu depan tidak hadir lagi, kata Mazlan Mansur, pihaknya akan terus melayangkan surat undangan sampai Bambang Parikesit mau hadir pada agenda hearing berikutnya.

“Kami akan terus undang agar Bambang Parikesit datang dalam hearing untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi. Sebab kredit di BRI itu terjadi saat dia menjadi Direktur Keuangan yang merangkap Plt Direktur Utama PD Pasar Surya pada 2016 silam,” kata Mazlan, kemarin.

Kehadiran Bambang Parikesit, sebut Mazlan, sangat penting untuk menjelaskan duduk persoalan yang terjadi terkait proses pengambilan kredit di BRI itu.

Dia berpendapat, masalah itu penting untuk dijelaskan karena dalam proses kredit dilakukan dengan menjaminkan aset PD Pasar Surya. Menurutnya, hal itu sesuai keterangan dari wakil BRI ketika hearing di Komisi B minggu lalu.

"Hanya saja BRI belum bisa menjelaskan bentuk aset PD Pasar Surya yang dijaminkan untuk pengajuan kredit tersebut. Pihak bank akan berkoordinasi internal untuk menjelaskan lagi secara detil pada hearing minggu depan,” jelas Mazlan.

Selain itu Komisi B juga akan turun sendiri untuk menyelidiki kredit ini sampai sejauh mana bisa merugikan PD Pasar Surya. Bahkan pihaknya berancang-ancang akan berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengungkap masalah kredit BRI ini.

Direksi PD Pasar Surya yang bertugas saat ini, tambah dia, juga mengaku tidak tahu menahu soal ini. Sebab dalam pengajuan kredit itu sendiri Bambang Parikesit bertindak sebagai penjamin secara pribadi bukan dalam kapasitasnya sebagai direksi.

“Kalau yang dijaminkan itu aset PD Pasar maka Bambang Parikesit wajib mendapat izin dari wali kota sebagai pemilik BUMD PD Pasar. Tidak bisa sembarangan. Lha tapi BRI belum bisa menjelaskan aset apa yang dijaminkan, makanya kami masih menunggu klarifikasi soal ini,” urai politisi PKB tersebut.

Pada kasus pinjaman kredit BRI ini, menurut Mazlan Mansur, setelah dana berhasil dicairkan dimasukkan ke dalam rekening PD Pasar sehingga pada laporan keuangannya terjadi laba pada tahun itu.

Namun pada tahun berikutnya uang itu lenyap di rekening PD Pasar tidak diketahui ke mana larinya.

Dari keterangan pihak bank sendiri yang disampaikan saat hearing, setiap bulan bunga pinjaman kredit itu lancar dibayarkan. Hanya angsuran pokoknya yang tidak dibayarkan.

”Kami sesalkan kenapa bank tidak melakukan recheck soal agunan yang dijaminkan. Kami melihat ada unprocedure dalam pencairan kredit ini,” ungkapnya. (pri)

   AGENDA DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB