Home
Berita
Senin, 8 Januari 2018
DPRD Surabaya Minta Penuntasan Masalah Banjir jadi Prioritas Program di 2018
DPRD Surabaya Minta Penuntasan Masalah Banjir jadi Prioritas Program di 2018
VINSENSIUS, S.S. - Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Persoalan banjir masih menjadi catatan dewan yang harus diperhatikan Pemerintah Kota Surabaya.

Sebab, sampai sekarang Surabaya masih mengalami banjir dan sering muncul genangan saat hujan deras sehingga mengganggu aktivitas warga.

Padahal, berbagai cara sudah dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengurangi potensi banjir. Di antaranya membangun dan menambah kapasitas pompa, membangun saluran baru, dan membersihkan saluran air.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius mengatakan, penanganan masalah banjir harus menjadi prioritas program yang perlu dituntaskan Pemkot Surabaya di tahun 2018.

“Saya akui di periode pertama Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) sudah berhasil dengan baik. Namun, masalah banjir saya anggap belum tuntas dan harus menjadi prioritas untuk segera diatasi,” kata Vinsensius, kemarin.

DPRD Surabaya, sebut Vinsensius, sudah melakukan backup dengan menganggarkan dana yang cukup besar untuk program mengatasi banjir. Anggaran tersebut termasuk pembangunan Jembatan Petekan yang berfungsi sebagai pintu air.

Untuk membangun pintu air yang terletak di Sungai Kalimas sisi utara itu, terang Awey, sapaan akrabnya, Pemkot Surabaya mengalokasikan dana sebesar Rp 43 miliar.

Karena prioritas adalah pengadaan pintu air, tambah dia, maka jika ingin menyelesaikan sampai pada sistem jembatan, harus dianggarkan lewat perubahan anggaran keuangan (PAK).

“Untuk proyek Jembatan Petekan sudah diputuskan dibangun mandiri pakai dana APBD. Tidak lagi menunggu dari pusat,” jelas legislator dari Partai Nasdem itu.

Dia pun minta Pemkot Surabaya segera merealisasikan revitalisasi Jembatan Petekan karena dinilai jadi salah satu proyek mengatasi banjir.

“Fungsinya jelas untuk mengatur ketinggian air dan bisa digunakan untuk destinasi transportasi air sekaligus potensi wisata,” ujarnya.

Awey juga mengritisi pembuatan saluran yang tidak terintegrasi dengan baik. Akibatnya, arus air yang seharusnya tersambung, menjadi terhambat dan berakibat banjir.

“Kami melihat saluran primer, tersier, sekunder tidak terintegrasi dengan baik. Jadi jangan alam terus yang disalahkan, tapi bagaimana berupaya maksimal,” tutur dia.

Sementara itu, Pemkot Surabaya makin intensif untuk mengatasi banjir. Saat intensitas hujan yang terus meningkat hingga Januari 2018, Pemkot Surabaya akan fokus pada pengendalian banjir di antaranya normalisasi sungai.

Normalisasi saluran pengendali banjir ini pada akhir 2017 lalu dilakukan di antaranya di Sungai Pegirian kawasan Semampir. Pendangkalan di sungai tersebut menjadi salah satu sebab banjir di kawasan utara.

Sebagai saluran primer, Sungai Pegirian sangat bermanfaat untuk menampung air hujan.

Jelang akhir tahun, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi saluran kecil di kampung-kampung, seperti di Bendul Merisi dan Gadung. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 18
Total Hits : 1148287 Hits
Hari Ini : 380
Kemarin : 627
Bulan Ini : 5811
Tahun Ini : 5811
Total : 965359