Home
Berita
Senin, 9 Oktober 2017
Legislator Tagih Keseriusan Pemkot dalam Normalisasi Sungai Kalianak
Legislator Tagih Keseriusan Pemkot dalam Normalisasi Sungai Kalianak
Drs. H.Buchori Imron - Wakil Ketua Komisi C dan H. Syaifuddin Zuhri, S.Sos - Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Buchori Imron menyoroti molornya pekerjaan normalisasi Sungai Kalianak di Morokrembangan.

Sebab, sudah hampir lima bulan hingga memasuki musim hujan sekarang ini, pekerjaan pengerukan sungai dan penertiban bangunan liar (bangli) di Sungai Kalianak masih minim progres.

Seharusnya, sebut Buchori, normalisasi sungai dan penertiban bangunan liar yang dimulai sejak Mei 2017 tersebut dijadwalkan bakal rampung pada Juli lalu.

Saat meninjau Sungai Kalianak Jumat (6/10/2017) lalu, dia hanya melihat satu alat berat yang tidak melakukan aktivitas pengerukan sungai.

Menurutnya, lebar sungai di hilir masih sekitar lima meter. Sedangkan di hulu masih belum ada penertiban bangli yang berdiri di badan sungai.

Sungai Kalianak, terang Buchori, normalnya memiliki lebar 40 meter di hilir, dan di hulu lebarnya 20 meter.

Oleh karena itu, pihaknya menyayangkan lantaran hal tersebut menggambarkan bahwa Pemkot Surabaya kurang serius melakukan normalisasi sungai.

Politisi PPP ini menyebutkan, DPRD sudah lama melakukan komunikasi dengan Pemkot Surabaya, dalam hal ini Dinas PU Bina Marga dan Pematusan.

"Kami menagih keseriusan Pemkot Surabaya dalam upaya normalisasi Sungai Kalianak. Ini masih wilayah perkotaan, tapi kondisinya sangat memprihatinkan," kata Buchori Imron, kemarin.

Dia menambahkan, dengan kondisi seperti sekarang, tentunya merugikan warga setempat yang mata pencahariannya mencari ikan.

Sebab jika tidak segera ada pengerukan sungai, maka kapal nelayan tidak bisa berjalan, karena kandas, dan hanya bisa menjalankan kapal ketika air pasang.

"Masalahnya juga, kalau pasang dan rob, kampung sini kebanjiran," ujar dia.

Oleh sebab itu, mumpung saat ini belum sepenuhnya memasuki musim hujan dan masih ada panas, pihaknya berharap agar pengerukan sungai segera dilaksanakan.

"Kami juga mendengar laporan warga kalau di sini pengerjaannya melambat. Yang dikeruk tidak sampai hilir," tambah Buchori.

Dalam waktu dekat pihaknya segera memanggil Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk mengevaluasi kegiatan normalisasi Sungai Kalianak.

Terutama terkait penertiban bangunan liar di badan sungai yang masuk wilayah Morokrembangan tersebut. Juga menyangkut bagaimana mencari solusi pasca penertiban.

"Apa sudah ada pendataan warga Surabaya atau belum. Yang warga Surabaya berapa jumlahnya, itu yang harus kita pikirkan tindak lanjutnya," katanya. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 10
Total Hits : 1065607 Hits
Hari Ini : 601
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65814
Tahun Ini : 304484
Total : 892269