Home
Berita
Kamis, 5 Oktober 2017
Sesuai Hasil Sidak Komisi B, RPH Surabaya Perlu Revitalisasi
 Sesuai Hasil Sidak Komisi B, RPH Surabaya Perlu Revitalisasi
Salah Satu Bagian Bangunan RPH Pegirian

SURABAYA - Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Eddi Rachmat berpendapat, sarana dan prasarana (sarpras) untuk gedung rumah potong hewan (RPH) di Jalan Pegirian Surabaya tetap memerlukan perbaikan.

Menurut Eddi, hasil inspeksi mendadak (sidak) Komisi B DPRD Surabaya ke RPH Pegirian sekitar dua minggu lalu, menjadi dasar yang kuat agar dilakukan perbaikan.

Upaya ini untuk bisa meningkatkan kinerja dan layanan salah satu perusahaan daerah milik Pemkot Surabaya tersebut.

“Prinsipnya ya seperti hasil sidak kemarin. Itupun Ketua (Armuji) juga tahu, dan kami akan tetap mendukung RPH terkait perbaikan sarana dan prasarananya,” kata Eddi Rachmat, kemarin.

Dia mengungkapkan, sesuai sidak yang dilakukan komisinya, kondisi bangunan di RPH Pegirian cukup memprihatinkan. Mulai dari atap bolong-bolong hingga tembok dan tiang yang retak.

Melihat fakta demikian, pihaknya bisa memaklumi jika Direksi RPH kemudian mengajukan anggaran penyertaan modal buat revitalisasi. Dia berpendapat, kondisi RPH sekarang  memang perlu uluran tangan dari Pemkot Surabaya.

Politisi Partai Hanura ini menekankan, bahwa penyertaan modal yang dimaksud adalah perbaikan bangunan. Bukan penyertaan modal untuk usahanya.

“Direkturnya bilang pada saya, bahwa RPH tidak usah dikasih duit, tapi renovasi bangunan saja sudah cukup. Jadi pengertian penyertaan modal yang selama ini berkembang dan menjadi polemik itu kurang tepat menurut kami,” tuturnya.

Terkait pernyataan Wali Kota Tri Rismaharini yang masih mempersoalkan perbaikan manajemen RPH, tambah dia, hal itu bisa dikomunikasikan dengan Badan Pengawas (Bawas) RPH.

"Wali kota cukup memanggil dia (Bawas-red) saja. Apa sih susahnya,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Eddi juga juga minta Wali Kota Surabaya untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak sekaligus obyektif dalam menilai.

“Sebaiknya wali kota mendengarkan informasi dari berbagai pihak, atau meminta penjelasan dari bawas. Ini tidak mengada-ada kok, kami sudah melihat sendiri di lokasi seperti apa kondisinya. Jadi yang obyektif dong,” harap Eddi.

Beberapa hari lalu Tri Rismaharini tetap menyatakan penolakannya meski Komisi  berpendapat jika RPH Surabaya di Jalan Pegirian sangat memerlukan kucuran dana penyertaan modal untuk perbaikan berbagai sarana dan prasarana.

Bahkan Risma mengaku trauma jika harus menyertakan modal untuk saat ini, jika persoalan keuangan sebelumnya, belum diselesaikan secara tuntas.

Tidak hanya itu, Risma juga mengaku telah menggandeng pihak kejaksaan untuk mengusut keberadaan uang yang diduga hilang. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 6
Total Hits : 1065601 Hits
Hari Ini : 597
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65810
Tahun Ini : 304480
Total : 892265