Home
Berita
Rabu, 4 Oktober 2017
Pemkot Perlu Antisipasi Terjadinya Crashing Sebelum RealisasikanTrem
Pemkot Perlu Antisipasi Terjadinya Crashing Sebelum RealisasikanTrem
Ilustrasi Trem di Surabaya

SURABAYA - Anggota Komisi Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius mengatakan, pemerintah kota harus punya gambaran lintasan angkutan massal cepat berupa trem yang satu ruas dengan ruang milik jalan pada umumnya.

Hal ini sebagai antisipasi terjadinya "crashing" atau tabrakan antara kendaraan bermotor dengan trem yang akan direalisasikan di Kota Pahlawan.

Menurut Vinsensius, potensi terjadinya tabrakan antara kendaraan bermotor dengan trem cukup besar, kecuali ada jalur khusus (dedicated line).

Tapi, politisi Partai Nasdem yang akrab disapa Awey ini berpendapat, trem di Surabaya tidak mungkin dibangun jalur khusus. "Paling hanya diwarnai supaya tampak membedakan mana jalur trem dan mana bukan," katanya, kemarin.

Kalau dipasang batas pemisah (devider) yang tidak bisa dilewati kendaraan roda empat atau roda dua serta kendaraan lainnya di jalur trem, sebutnya, hal itu kemungkinannya kecil dilakukan mengingat anggarannya besar.

"Anggarannya juga bisa membesar hanya untuk membangun batas pemisah. Selain itu, kesulitan juga bagi kendaraan yang melintas di pertigaan atau perempatan," papar dia.

Sebelumnya, Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan mengatakan, pihaknya saat ini menyiapkan tim dari berbagai institusi, salah satunya dari perguruan tinggi, untuk melakukan lelang proyek trem.

Dia menyebutkan, kebutuhan angkutan publik di Surabaya tidak bisa ditunggu, apalagi di beberapa kawasan mulai terjadi kemacetan lalu lintas. "Bu wali kota mengambil salah satu opsi yakni bekerja sama dengan swasta," kata Hendro. 

Salah satu mekanisme yang akan dilakukan Pemkot Surabaya adalah dengan mengadakan lelang. Tim lelang akan memberikan penilaian calon investor yang paling layak, baik dari kemampuan, layanan, harga tiket dan lainnya.

Sedang Kepala Bappeko Agus Sonhaji mengatakan, pada pekan kedua Oktober, pihaknya akan mengundang seluruh stakeholder untuk membahas proyek tersebut.

"Kami sudah merencanakan pertemuan. Antara minggu pertama atau kedua bulan ini," katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Pemkot akan melibatkan lima perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Indonesia. Yakni ITB, ITS, UB, UGM, dan Unair.

"Tim sudah dibentuk sejak awal proyek trem digagas. Kami akan mengkaji ulang apa yang sudah disiapkan dulu," ungkap Agus.

Dia menambahkan, pemkot dan DPRD juga sudah membuat kesepakatan tentang perubahan anggaran keuangan (PAK) untuk proyek trem.

Dalam kesepakatan tersebut, pemkot dan DPRD akan mengalokasikan sekitar Rp 18 miliar untuk kebutuhan sewa lahan milik PT KAI untuk depo trem. Hal itu dilakukan lantaran proyek trem tidak lagi menggunakan APBN, melainkan kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha.

"Artinya, semua masalah lahan harus klir. Alokasi anggaran ini untuk jaga-kaga, barangkali dibutuhkan," tuturnya. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 8
Total Hits : 1065603 Hits
Hari Ini : 598
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65811
Tahun Ini : 304481
Total : 892266