Home
Berita
Senin, 7 Agustus 2017
Dewan Minta Pembangunan Hotel Platinum Sementara Dihentikan
 Dewan Minta Pembangunan Hotel Platinum Sementara Dihentikan
H. Syaifuddin Zuhri, S.Sos. - Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri minta pembangunan Hotel Platinum di Jalan Tunjungan dihentikan. Sebab, Tunjungan merupakan kawasan cagar budaya dan sejarah di Kota Pahlawan.

Permintaan penghentian sementara pembangunan Hotel Platinum disampaikan Syaifuddin, saat rapat dengar pendapat dengan pihak terkait, pekan lalu.

Rapat dengar pendapat dihadiri Kepala Satpol PP Surabaya Irvan Widyanto, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya Maulisa Nusyara, dan Tim Cagar Budaya, perwakilan dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya, serta perwakilan dari pelaksana pembangunan Hotel Platinum.

Luas bangunan cagar budaya yang akan dijadikan Hotel Platinum sekitar 7.000 meter persegi. Menurut Cak Ipuk, sapaan akrab Syaifudin, lokasi pembangunan Hotel Platinum di Jalan Tunjungan 11 sebelumnya merupakan bangunan cagar budaya.

Bagian dalamnya sudah dibongkar, sedangkan bangunan luar yang nampak dari depan masih utuh. Bangunan yang masih utuh itu akan dipertahankan seperti yang digambarkan dalam desain.

Syaifuddin mengatakan, DPRD Surabaya tidak ingin kecolongan lagi, sebagaimana  pembongkaran bangunan cagar budaya Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar 10.

"Komisi C telah menggelar rapat dengar pendapat dengan tim cagar budaya dan pihak Hotel Platinum serta Pemkot Surabaya beberapa hari lalu. Kami merekomendasikan kepada Satpol PP supaya proyek pembangunan itu dihentikan sementara," kata Syaifuddin Zuhri, kemarin.

Komisi C minta penghentian sementara, karena akan menggelar rapat dengar pendapat terkait pembangunan Hotel Platinum dengan para ahli sejarah, untuk mendapatkan rekomendasi.

Pihaknya juga minta agar desain yang sudah direncanakan dalam pembangunan Hotel Platinum dikaji ulang dan tidak dilaksanakan dulu sampai ada desain yang benar-benar menggambarkan suasana tempo dulu.

Sebab, sebut legislator dari PDI Perjuangan ini, desain yang ditunjukkan dalam rapat dengar pendapat pekan lalu dinilai belum sempurna. Untuk itu, jelas dia, perlu ada pendapat dari sejumlah pakar yang berkaitan dengan cagar budaya seperti arkeologi dan sejarah.

Tim Cagar Budaya saat rapat dengar pendapat menjelaskan, jika pembangunan Hotel Platinum sudah mendapat rekomendasi dari pihaknya.

Termasuk rencana ketinggian hotel dengan 25 lantai, serta titik pembongkaran bangunan yang digunakan sebagai pintu masuk alat berat selama pembangunan.

Rekomendasi dikeluarkan karena dianggap sudah benar sesuai Perda Kota Surabaya No 5 tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan dan/atau Lingkungan Cagar Budaya.

Namun, imbuh Cak Ipuk, di Perda 5 tahun 2005 itu sudah dijelaskan, desainnya harus menyesuaikan situasi dan lingkungan.  "Jadi harus dikaji lagi karena tidak sesuai. Kalau dibiarkan pastinya melanggar rambu-rambu perda," ujarnya. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 15
Total Hits : 1065650 Hits
Hari Ini : 642
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65855
Tahun Ini : 304525
Total : 892310