Home
Berita
Kamis, 3 Agustus 2017
Dewan Minta Rekonstruksi Rumah Radio Bung Tomo Transparan
 Dewan Minta Rekonstruksi Rumah Radio Bung Tomo Transparan
VINSENSIUS, S.S. - Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius Awey minta pemerintah kota terbuka soal hasil putusan pengadilan atas kasus perobohan bangunan cagar budaya Rumah Radio Bung Tomo di Jalan Mawar No 10 Surabaya.

Awey menyayangkan, sampai sekarang Pemkot Surabaya belum membuka hasil putusan pengadilan terkait kasus tersebut. Padahal, sebutnya, kasus rumah radio Bung Tomo ini sudah menjadi konsumsi publik.

"Masyarakat patut tahu bagaimana hasil putusannya, dan bagaimana nasib rumah yang sudah dirobohkan," kata Awey, kemarin.

Politisi Parta Nasdem ini menyebutkan, pihak ketiga yang merobohkan juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat dengan melakukan keterbukaan.

Seperti menyampaikan kewajiban apa saja yang harus dilakukan jika terbukti bersalah merobohkan bangunan cagar budaya.

"Kabarnya mereka dikenai hukuman denda dan wajib melakukan rekonstruksi. Nah rekonstruksi ini yang seperti apa, kami dari dewan juga belum pernah diajak bicara," ungkapnya.

Dia minta Pemkot Surabaya mengawal ketat proses rekonstruksi situs cagar budaya rumah radio Bung Tomo tersebut. Terutama memastikan bahwa pihak ketiga tetap dalam koordinasi dan koridor rekomendasi dari Tim Cagar Budaya Pemkot.

"Situs itu tidak bisa asal dibangun. Harus sesuai dengan bangunan sebelumnya yang menjadi saksi sejarah perjuangan Kota Pahlawan. Saya rasa desain bangunannya nanti seperti apa juga harus dibuat setranspraran mungkin ke masyarakat," ucapnya.

Awey juga mengritisi tulisan yang terpampang di Jalan Mawar No 10. Di sana dituliskan kalimat "Di sini akan dibangun Rumah Tempoe Doeloe".

Dia berpendapat, rumah tempo dulu dengan situs cagar budaya ini berbeda. Nilai edukasi ke masyarakat menurut Awey bisa berbelok.

Oleh karena itu, dia minta agar pihak ketiga, yaitu Jayanata, agar memperhatikan betul seperti apa bangunan situs cagar budaya yang akan dibangun di sana.

Sementara itu, anggota Tim Cagar Budaya Pemkot Surabaya Profesor Johan Silas menyebut pihak Jayanata sudah aktif berkoordinasi dengan tim cagar budaya.

Menurutnya, rekomendasi dari tim cagar budaya sudah final untuk model dan desain situs cagar budaya yang akan direkonstruksi.

"Desainnya ya seperti bentuk terakhir rumah sebelum dirobohkan. Sebab tidak ada foto atau desain lain yang lebih lama dari itu yang bisa dijadikan rujukan untuk rekonstruksi," jelas pakar arsitektur ITS ini.

Silas menyebutkan, izin dari pemkot mulai izin mendirikan bangunan dan izin SKRK untuk rekonstruksi situs cagar budaya rumah radio Bung Tomo sudah keluar. Seharusnya proses rekonstruksi bisa segera dilakukan.

"Bulan lalu sudah keluar. Harusnya bisa cepat dikerjakan. Kami harap warga Surabaya tidak dibuat lama menunggu karena putusan pengadilan sudah jelas dan izin juga sudah diberikan," harapnya. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 11
Total Hits : 1065619 Hits
Hari Ini : 613
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65826
Tahun Ini : 304496
Total : 892281