Home
Berita
Rabu, 2 Agustus 2017
Stok Garam Habis, Dewan: Petaninya Kurang Perhatian
Stok Garam Habis, Dewan: Petaninya Kurang Perhatian
Mochamad Machmud, S.Sos, M.Si. - Ketua Badan Pembentukan Perda DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Anggota DPRD Surabaya Mochamad Machmud mendesak Pemerintah Kota Surabaya lebih memperhatikan petani garam. Dia minta, petani garam di Kota Pahlawan tidak hanya dijadikan komoditi untuk suatu kepentingan.

Hal ini disampaikan Machmud, menyikapi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya yang menyatakan stok garam rumah sudah habis.

Machmud  menyayangkan sikap pemerintah kota yang mengomentari persoalan petani tambak garam, setelah ada permasalahan.

Misalnya, bahwa Pemkot Surabaya sudah melakukan pembinaan kepada petani garam. Padahal, sebut Machmud, faktanya para petani garam selama ini cenderung melakukan usaha sendiri.

Dia mensinyalir, kurangnya perhatian terhadap petani garam karena di Surabaya jumlahnya sedikit. "Mereka jadi komoditi informasi, bahwa pemkot ada pembinaan ini pembinaan itu. Faktanya mereka seperti saat ini panen gagal terus," kata Machmud, kemarin.

Politisi Partai Demokrat ini berpendapat, perlu ada revolusi pelayanan kepada petani garam. Yakni berupa akses informasi cuaca untuk petani agar supaya mereka tidak kecolongan, saat waktunya panen hujan turun.

Selain itu pantauan harga, supaya para petani tambak garam tidak mendapatkan harga terlalu rendah. "Padahal keberadaan mereka yang sedikit itupun penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Machmud.

Seperti diberitakan, stok garam di gudang penyimpanan Pemkot Surabaya di daerah Sememi kosong sejak beberapa hari lalu. Hujan yang masih terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan produksi garam mundur dari waktu biasanya.

Kepala DKPP Kota Surabaya, Joestamadji, mengatakan pemkot telah mendorong petani garam untuk segera berproduksi. Seharusnya, saat ini petani garam sudah melakukan proses menyebar air tuah sebagai bahan baku garam dari air laut ke petak tambak garam.

Berdasarkan informasi dari para petani, air tuah tersebut sudah memenuhi kadar kekentalan.

"Rencananya hari ini mau disebar. Kami perkirakan pekan pertama Agustus sudah bisa panen. Ternyata malah hujan, jadi harus mundur sekitar 15 hari lagi," jelas Joestamadji kepada wartawan, Jumat (28/7/2017) lalu.

Dia menyebut, kebutuhan garam di Surabaya mencapai 100 ribu ton per tahun. Pada 2014, produksi garam di Surabaya mencapai 117 ribu ton, turun menjadi 86 ribu ton pada 2015.

Produksi garam turun drastis pada 2016 yang hanya 1.430 ton selama setahun. Padahal, pada 2012 petani garam di Surabaya mampu memanen 140 ribu ton garam.

Total lahan garam di Surabaya mencapai 623 hektare yang tersebar di Kecamatan Benowo, Pakal, dan Asemrowo. Lahan tersebut dikelola oleh 124 petani garam.

"Prediksi kami produksi ini Agustus-September dua bulan ini bisa sampai 50 ribu ton," harapnya.

Dia mengaku telah berkoordinasi dengan Pemprov Jatim untuk mengantisipasi kelangkaan garam. Jalan yang dipilih dengan berhemat dulu garam yang ada.

Selama ini, proses produksi yang dilakukan petani garam di Surabaya masih tradisional dengan mengandalkan geoiskolator. Joestamadji juga tengah memikirkan teknologi lain agar produksi garam setiap tahunnya mengalami peningkatan.

Di sisi lain, pemkot juga mengajak koperasi di Surabaya untuk menjadikan gudang sebagai tempat penghasil garam yang dapat langsung dikemas oleh pelaku koperasi.

Selain itu, pemkot mendorong peningkatan produksi dan percepatan proses pembuatan garam dengan menggandeng kelompok Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) Kota Surabaya. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 7
Total Hits : 948388 Hits
Hari Ini : 547
Kemarin : 1223
Bulan Ini : 23525
Tahun Ini : 210918
Total : 798703