Home
Berita
Senin, 19 Juni 2017
Layanan Publik Kota Frankfurt Bisa Diterapkan di Surabaya
Layanan Publik Kota Frankfurt Bisa Diterapkan di Surabaya
Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Surabaya Saat Kunjungan Kerja ke Jerman

SURABAYA - Ketua DPRD Surabaya Ir Armuji berpendapat, pelayanan publik di Kota Frankfurt, Jerman, bisa diterapkan di Kota Pahlawan. Sebab, kota di negara maju tersebut dinilai memenuhi standar pelayanan kepada masyarakatnya.

Hal itu diungkapkan Armuji, setelah pimpinan dan sejumlah anggota DPRD Surabaya belajar mengenal bagaimana pelayanan publik saat berkunjung ke Jerman, Mei lalu. Sejumlah anggota dewan di Komisi D melihat ada beberapa sektor yang bisa diterapkan di Surabaya.

Beberapa sektor yang bisa diterapkan di Surabaya, di antaranya sistem pendidikan, kesehatan gratis, termasuk pembinaan olahraga sejak dini.

"Ada banyak yang bisa diterapkan di Surabaya menyangkut pelayanan publik. Seperti sistem pendidikan dan kesehatan di Kota Frankfurt bisa diterapkan di Surabaya," kata Armuji, kemarin.

Tak hanya itu, Kota Frankfurt juga menerapkan sistem perawatan benda cagar budaya untuk destinasi wisata. "Luar biasa di Frankfurt. Banyak benda cagar budaya yang ditata dan dilestarikan dengan baik. Kami sangat terkesan," tambah dia.

Anggota DPRD Surabaya juga mendapatkan kesan, pemerintah kota setempat sangaf memperhatikan kesejahteraan warganya.

Di negara Eropa tersebut, pengangguran dibayar oleh negara sebesar 750 euro/bulan. Jika kurs 1 euro sekitar Rp 15.000, maka seorang pengangguran mendapatkan tunjangan hidup sekitar Rp 11.250.000/bulan.

“Memang ini sulit bagi Surabaya. Namun bisa dijadikan rujukan menyangkut sistemnya,” ujar Armuji.

Menyangkut layanan pendidikan, tambah Armuji, kota yang hampir mirip dengan Surabaya ini banyak menyediakan beasiswa.

Para pelajar di sana, yang sudah menguasai bahasa Jerman dan lolos tes, bisa mendapat beasiswa sampai lulus. Beasiswa itu tak hanya berlaku bagi warga Jerman, tapi juga bagi pendatang.

Sistem pendidikan di Jerman, aku Armuji, memang sudah bagus. Seluruh lembaga pendidikan menjamin mereka untuk bisa lulus.

Namun sebelumnya, mereka berhak memilih sesuai minat dan bakatnya. Dimana bisa diketahui sejak dini atau sejak dari bangku sekolah dasar (SD).

"Mereka akan dilihat bakat dan potensinya. Kalau suka teknik, mulai sekolah dasar sampai kuliah akan terus mendalami teknik. Ini fokus dan terarah," papar Cak Ji, sapaan akrabnya.

Yang membuat Surabaya harus berupaya meniru Jerman adalah pendidikan di negara tersebut tidak ada pungutan biaya apapun. Sistem pendidikan yang digunakan di sana hampir semuanya menerapkan full day school.

"Sebenarnya Surabaya sudah memulai ketika otonomi daerah dahulu, pendidikan juga sudah gratis untuk SMA/SMK. Tapi sekarang jenjang SMA tidak lagi gratis," ujar Cak Ji. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 11
Total Hits : 897300 Hits
Hari Ini : 531
Kemarin : 883
Bulan Ini : 26568
Tahun Ini : 162553
Total : 750338