Home
Berita
Kamis, 15 Juni 2017
Legislator Minta Penertiban PKL Pacuan Kuda Usai Lebaran
Legislator Minta Penertiban PKL Pacuan Kuda Usai Lebaran
R. Edi Rachmat, S.E., M.M. - Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya

SURABAYA - Legislator di Komisi B DPRD Surabaya menyoroti rencana penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pacuan Kuda, karena tidak dibarengi dengan solusi relokasi yang tepat.

Sekretaris Komisi B DPRD Surabaya Edi Rachmat mengatakan Pemerintah Kota Surabaya seyogianya merencanakan penertiban PKL dengan matang sebelum melakukan penggusuran pedagang, terutama terkait relokasi.

"Pengaduan dari paguyuban PKL menyebut solusi relokasi kurang tepat karena akan direlokasi ke pasar yang letaknya cukup jauh dengan lokasi awal. Sehingga dikhawatirkan justru tidak ada pembeli nantinya," kata Edi Rachmat, kemarin.

Dia berpendapat, sebelum dilakukan penggusuran dan relokasi, seharusnya ada lokasi sentra PKL baru yang secara ekonomis mampu memberi ganti atas penggusuran yang dilakukan.

Menurutnya, akan labih baik jika lokasi yang disediakan tidak jauh dari lokasi awal, sehingga PKL tidak kehilangan pelanggan.

"Pelanggan PKL kan masyarakat sekitar saja, mereka butuh dan PKL juga butuh. Kalau relokasinya jauh ya siapa yang mau mencari kopi saja jalan berkilo meter," ujarnya.

Untuk itu, sebut Edi, Komisi B akan menjembatani antara PKL dengan Pemkot Surabaya sehingga ada solusi yang seimbang antardua pihak.

"Pemkot butuh tertib, PKL butuh makan, ya harus ada solusi seimbang. Nanti kita bikin secepatnya," kata politisi Partai Hanura ini.

Meski demikian, dia minta selama Ramadan ini tidak perlu ada penertiban.

”Saya imbau jangan ada penertiban lah saat bulan puasa. Kan kasihan, pedagang tidak bisa mencari nafkah untuk Lebaran nanti,” ucapnya.

Senada, anggota Komisi B yang lain, Achmad Zakaria mengatakan, agar pemkot menunda penggususran PKL sampai setelah Hari Raya Idul Fitri sambil mencari solusi yang saling menguntungkan dengan PKL.

"Tunda dulu setidaknya sampai hari raya, sambil kita mencari solusi yang terbaik utamanya bagi masyarakat," pinta Zakaria.

Sementara pihak Kecamatan Sawahan menyatakan penggusuran PKL di Pacuan Kuda merupakan kewenangan pihak Satpol PP kota Surabaya. Pihak kecamatan tidak mengagendakan penertiban di Jalan Pacuan Kuda.

Para pedagang sendiri menyatakan akan menolak jika pemkot bersikukuh merelokasi mereka ke Pasar Babakan di Jalan Kalisosok.

Sebab, tempat yang ditunjuk sebagai relokasi itu terlalu jauh dari asal mereka. Apalagi, banyak di antara 278 pedagang di Pacuan Kuda yang sebenarnya merupakan penduduk sekitar Kecamatan Sawahan.

Pedagang menilai lokasi jualan yang ada sejak 1950 tersebut seharusnya ditetapkan sebagai pasar kawasan di wilayah kecamatan itu. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 15
Total Hits : 1065655 Hits
Hari Ini : 645
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65858
Tahun Ini : 304528
Total : 892313