Home
Berita
Kamis, 8 Juni 2017
Jelang Lebaran, Dewan Minta Pemkot Tertibkan Gepeng
 Jelang Lebaran, Dewan Minta Pemkot Tertibkan Gepeng
Ilustrasi Gelandangan dan Pengemis

SURABAYA - Maraknya gelandangan dan pengemis (gepeng), serta penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) lainnya di Kota Pahlawan selama Ramadan dan jelang Lebaran, menjadi perhatian DPRD Surabaya.

Ketua DPRD Surabaya Armuji mengatakan, masalah PMKS ini tidak boleh dianggap remeh. Dia mengimbau petugas pemkot yang berwenang dalam penertiban, seperti Bakesbang Linmas, dan Satpol PP Kota Surabaya untuk aktif melakukan penyisiran dan penertiban.

"Harus ditertibkan agar tidak membuat kesemrawutan kota. Karena mereka biasa ada di perempatan lampu merah dan juga di seputaran masjid," ucapnya, Rabu (7/6/2017).

Menurutnya, keberadaan gelandangan dan pengemis ini tentu mengurangi kenyamanan warga kota Surabaya. Sebab mereka cenderung memanfaatkan momen Ramadan dan Lebaran agar masyarakat banyak berbagi.

Padahal latar belakang PMKS itu tidak terdeteksi. Malah dikhawatirkan malah memicu tindakan kriminalitas di Kota Surabaya.

"Biasanya mereka itu didrop dari luar Kota Surabaya. Mereka datang saat bulan puasa hingga Lebaran. Mereka itu gelandangan musiman," sebut Armuji.

Oleh karena itu, pihaknya minta Pemkot Surabaya untuk serius menertibkan. Petugas pemkot harus membawa para gelandangan tersebut ke Liponsos dan memulangkan mereka ke daerah asalnya.

"Jika memang warga Surabaya ya harus dijemput oleh keluarganya. Kalau dari luar Surabaya harus dipulangkan," ujarnya.

Armuji juga minta operasi harus dilakukan secara terus menerus agar permasalahan PMKS ini tidak terjadi berulang. Sebab kalau diteruskan maka akan menimbulkan masalah sosial di Surabaya, misalnya pertumbuhan bangunan liar.

Ia mengimbau pada Satpol PP dan linmas lebih gencar melakukan pengawasan. "Harus lebih gencar, bila perlu gencar melakukan penertiban," kata Armuji.

Pengawasan perlu dilakukan di sejumlah masjid besar maupun kawasan lain yang kerapkali menjadi lokasi anak jalanan, gelandangan dan pengemis.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Supomo mengatakan, pihaknya selalu rutin melakukan razia penjaringan gelandangan dan pengemis selama Ramadan.

Dia menyebutkan, memang susah untuk membentengi PMKS masuk ke Surabaya. Sebab pintu masuk ke Surabaya tidak hanya satu arah, tapi dari banyak arah.

"Tapi yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan operasi dan pemulangan. Hampir setiap minggu kita selalu ada pemulangan PMKS," ucap Supomo. (pri)

   Agenda DPRD

   WARGA BICARA

harnoko :
"pelebaran jln kedurus thn 2013 patut diapresiasi namun badan jln sebelah timur bkembang jd tempat bkolusi antara pemilik material bangunan (pasir dan ..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

taifiq al amrilla :
" box calvet sudah sudah sampai manukan .alur sumgai le muara pesisir surabaya pembenahan di berhentikan .padahal sering banjir tiap musim hujan ..kn..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

Kusmandi :
"HO menjadi momok semua warga surabaya apakah pengusaha,toko2 kecil,tempat usaha. Sedang utk pengurusannya bukan hal mudah ( mungkin memang dibuat demi..."



DPRD Kota Surabaya :
"Belum ada tanggapan.."

  Berikan Suara Anda

   LINK WEB



   STATISTIK PENGUNJUNG

Online : 14
Total Hits : 1065645 Hits
Hari Ini : 638
Kemarin : 294
Bulan Ini : 65851
Tahun Ini : 304521
Total : 892306